Perspektif Baru Lembaga Keuangan Syariah Metode Anuitas dalam Murabahah PSAK 102: Akuntansi Murabahah (Revisi 2013) dan Penerbitan SAK Syariah per 1 Januari 2014
24 June 2014   13:59 WIB

Popularitas dan pertumbuhan transaksi syariah di Indonesia menuntut adanya penyempurnaan dalam Standar Akuntansi agar pencatatan yang dilakukan dapat mencerminkan substansi transaksi yang dilakukan. Salah satu transaksi yang populer adalah transaksi dengan akad Murabahah. (Outlook Perbankan Syariah Indonesia 2012, Bank Indonesia)

Pengertian Murabahah adalah akad jual beli barang dengan harga jual sebesar biaya perolehan ditambah keuntungan yang disepakati dan penjual harus mengungkapkan biaya perolehan barag tersebut kepada pembeli. Dewan standar Akuntansi Syariah (DSAS) merupakan lembaga yang menyusun standar akuntansi terkait transaksi syariah. Sebelum tahun 2007, ketentuan akuntansi terkait transaksi syariah diatur di dalam pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 59 mengenai Akuntansi Perbankan Syariah. Pada tahun 2007, pengaturan atas transaksi syariah pada PSAK 59 diganti dan dijabarkan lebih lanjut pada PSAK 101-110. Pengaturan mengenai Akuntansi Murabahah dijabarkan pada PSAK 102.

PSAK 102 mengenai Akuntansi Murabahah memberikan pengaturan mengenai pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan transaksi Murabahah baik bagi pihak penjual maupun pembeli. Pada januari 2013, DSAS menerbitkan Buletin Teknis (Bultek 5)  mengenai Pendapatan dan Biaya  terkait Murabahah serta Buletin Teknis 9 (Bultek 9) mengenai Penerapan Metode Anuitas dalam Murabahah

Sumber : http://www.iaiglobal.or.id/