Penerapan ISAK 28 : DSAK IAI Atur, Debitur Lunasi Utang Dengan Saham
24 June 2014   10:41 WIB

Bagi debitur yang ingin melunasi utangnya dengan menggunakan saham tahun depan, sebaiknya mencermati Eksposur Draft Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ED ISAK) 28 tentang Pengakhiran Liabilitas Keuangan

Dengan Instrumen Ekuitas yang berlaku efektif pada periode buku 1 Januari 2014. DSAK IAI merencanakan memutuskan pemberlakuan ED ISAK 28 menjadi ISAK 28 pada pertengahan Juli 2013."Kami masih menerima masukan hingga 21 Juni 2013 sebelum memutuskan pemberlakuaanya pada pertemuan DSAK IAI di minggu kedua Juli," kata Anggota DSAK IAI, Djohan Pinnnarwan di Jakarta, Kamis (13/06/2013).ED ISAK 28, kata Djohan mengatur perlakuan akuntansi bagi perusahaan yang berutang atau debitur yang dalam perjalanan utangnya macet atau tidak macet, namun direstrukturisasi. Restrukturisasi itu dengan cara pihak debitur memberikan sahamnya kepada pemberi utang (kreditur), baik sebagian atau melunasi seluruh hutangnya.

Dalam ED ISAK 28 ini, ada beberap hal yang membutuhkan persetujuan para stakeholder. Pertama, penerbitan instrument ekuitas milik entitas kepada kreditur untuk mengakhiri seluruh atau sebagian liabilitas keuangan merupakan jumlah yang dibayarkan sesuai dengan PSAK 55 tentang Instrument Keuangan terutama menyangkut pengakuan dan pengukuran paragraph 41.

ED ISAK 28 juga mengatur instrument ekuitas yang diterbitkan untuk mengakhiri liabilitas keuangan diakui diawal dan diukur pada tanggal liabilitas keuangan diakhiri, dan keuntungan atau kerugian yang diakui diungkapkan sebagai pos terpisah dalam laba rugi atau dalam catatan atas laporan keuangan.

(http://akuntanonline.com)