Akuntan Indonesia Gamang Menghadapi AFTA 2015
24 June 2014   14:00 WIB

Majalah Akuntan Indonesia - ASEAN Free Trade Area (AFTA) 2015 semakin membayang di pelupuk mata. Momentum liberalisasi perdagangan dan jasa tersebut tidak hanya melahirkan secuil harapan, tapi justru badai kegelisahan bagi para akuntan. Kekalahan dari segi kuantitas, ‘kualitas’, dan bahasa internasional akuntan nasional dibandingkan negara tetangga menjadi kekhwatiran tak berujung, dalam kompetisi AFTA 2015 mendatang. Akankan kita menjadi ‘macan ompong’ yang kebingungan di negeri sendiri ?

Liberalisasi jasa akuntan se-ASEAN dalam kerangka AFTA 2015, tampaknya bukanlah masalah enteng bagi keprofesian. Data Jumlah Akuntan ASEAN tahun 2010 di masing-masing negara menyebutkan, yang menjadi anggota IAI hampir 10.000. Padalah Indonesia adalah negara yang besar, dengan perkembangan ekonomi yang mengesankan dan suberdaya alam melimpah, sehingga dibutuhkan banyak akuntan berkualitas untuk mengawal pembangunan ekonomi agar semakin efisien dan efektif dengan kekuatan integritas, transparansi, dan akuntabilitas. Bagi akuntan-akuntan luarnegeri, pasar ekonomi Indonesia adalah medan ekonomi yang menarik dan gurih untuk dicicipi.

Saat ini berdasarkan informasi dari Kepala PPAJP Kementerian Keuangan, Langgeng Subur, Indonesia telah membuka pintu untuk jasa tata buku non-perpajakan. Untuk jasa akuntan publik seperti jasa audit, Indonesia masih sangat berhati-hati untuk mengijinkan liberalisasi jasa ini.

“walaupun Indonesia berusaha menahan liberalisasi jasa  akuntan ini, namun kita harus tunduk pada perjanjian AFTA 2015 yang harus membuka jasa ini untuk lingkup ASEAN pada tahun 2015”, demikian kata Langgeng Subur.

Sumber : http://www.iaiglobal.or.id/v02/berita/detail.php?catid=&id=511